Diego Simeone: Kami Tersingkir, Tapi Semua Orang Bisa Melihatnya
Striker Atletico Antoine Griezmann mendapat kawalan ketat pemain Arsenal saat leg kedua semifinal Liga Champions di London, Rabu (6/5/2026). Dalam laga ini Atletico kalah 0-1 dan gagal ke final. (foto: Atletico Madrid)

Diego Simeone: Kami Tersingkir, Tapi Semua Orang Bisa Melihatnya

Diego Simeone meluapkan kekecewaan secara tersirat usai Atletico Madrid tersingkir dari Liga Champions, dengan menyinggung dua momen penalti kontroversial saat melawan Arsenal.

TIMES Cilacap,Rabu 6 Mei 2026, 07:18 WIB
19.2K
W
Wahyu Nurdiyanto

JAKARTAKekecewaan Diego Simeone terasa jelas, meski ia berusaha meredamnya dengan kalimat-kalimat yang terukur. Pelatih Atletico Madrid itu tak menutupi rasa pahit setelah timnya gagal lolos ke final Liga Champions usai kalah 0-1 dari Arsenal dan kalah agregat 1-2 di semifinal.

“Tidak ada yang perlu dikatakan. Kami tersingkir dan kami harus memberi selamat kepada Arsenal,” ujar Simeone, usai laga, Rabu (6/5/2026) dini hari

Namun di balik sikap diplomatis itu, tersimpan kekecewaan terhadap dua keputusan krusial di babak kedua yang tak berpihak pada Atletico. Berbicara soal momen tersebut, Simeone tetap berhati-hati, tetapi menyiratkan bahwa semua orang bisa menilai sendiri.

“Kami harus terus bekerja. Kami tidak akan fokus pada satu detail, meskipun itu bisa dilihat dan sangat jelas,” katanya.

Dua insiden yang dimaksud terjadi dalam rentang lima menit. Pertama saat Giuliano Simeone dijatuhkan dalam duel dengan David Raya dan Gabriel Magalhães, namun wasit Daniel Siebert tidak memberikan penalti. Kedua ketika Antoine Griezmann tampak terinjak oleh Riccardo Calafiori di kotak terlarang, tetapi pelanggaran lebih dulu dinilai dilakukan oleh Marc Pubill.

Dalam konferensi pers, Simeone kembali menegaskan sikapnya yang enggan memperdebatkan wasit secara terbuka, meski indikasi ketidakpuasan tetap terasa.

“Saya tidak akan berbicara tentang wasit. Saya yakin dia mencoba melakukan yang terbaik, seperti juga di pertandingan pertama,” ujarnya.

Simeone tidak meledak-ledak, tetapi juga tidak sepenuhnya mengabaikan konteks yang terjadi di lapangan. Ia tampak sadar bahwa protes terbuka tak akan mengubah hasil, tetapi diam sepenuhnya juga bukan pilihan.

“Kami tahu bagaimana situasinya terjadi. Itu jelas bagi kami,” imbuhnya singkat.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Atletico yang berambisi kembali ke final untuk pertama kalinya sejak 2016. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wahyu Nurdiyanto
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Cilacap, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.