Barcelona di Ambang Juara La Liga, Madrid Terancam Nirgelar
Barcelona hampir mengunci gelar La Liga 2026. Unggul 11 poin dari Real Madrid, peluang juara bisa terjadi akhir pekan ini jika hasil sesuai skenario.
JAKARTA – Persaingan La Liga musim 2026 tampak menuju satu arah. Barcelona kini berada di ambang mempertahankan gelar, sementara Real Madrid justru menghadapi ancaman musim tanpa trofi besar.
Dengan keunggulan 11 poin dan lima pertandingan tersisa, Barcelona hanya membutuhkan konsistensi untuk memastikan gelar. Skenario terdekat bisa terjadi akhir pekan ini: kemenangan atas Osasuna pada Sabtu (2/5) akan memaksa Madrid meraih hasil serupa saat menghadapi Espanyol sehari berselang agar peluang juara tetap hidup.
Jika hasil berjalan sesuai harapan Blaugrana, laga El Clasico berikutnya berpotensi berubah menjadi panggung seremoni—Barcelona sudah berstatus juara saat menjamu Madrid.
Dominasi Barcelona musim ini tidak terjadi secara instan. Di bawah arahan Hansi Flick, tim menunjukkan stabilitas performa yang sulit ditandingi. Sembilan kemenangan beruntun di La Liga menjadi bukti konkret, dengan satu-satunya noda datang dari kekalahan di Liga Champions melawan Atletico Madrid.
Namun, ujian tidak ringan menanti di kandang Osasuna. Tim peringkat kesembilan itu hanya kalah dua kali di Stadion El Sadar sepanjang musim dan belum terkalahkan dalam 10 laga kandang terakhir. Statistik ini menjadi indikator bahwa Barcelona tetap perlu waspada.
Real Madrid Kehilangan Momentum
Di sisi lain, Real Madrid justru mengalami penurunan tajam. Hanya satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi mencerminkan inkonsistensi yang mahal.
Musim ini juga diwarnai dinamika internal. Pergantian pelatih dari Xabi Alonso hingga potensi berakhirnya masa kerja Álvaro Arbeloa memperlihatkan ketidakstabilan manajerial. Jika tren ini berlanjut, Madrid terancam menutup musim tanpa gelar utama untuk kedua kalinya secara beruntun.
Espanyol Terpuruk, Peluang Madrid Terbuka
Meski dalam tekanan, Madrid menghadapi lawan yang juga tidak dalam kondisi ideal. Espanyol belum meraih kemenangan sepanjang 2026—catatan 16 laga tanpa kemenangan yang membuat mereka terjerumus ke zona rawan degradasi.
Situasi ini membuka peluang bagi Madrid untuk setidaknya menunda pesta Barcelona, meski secara matematis posisi mereka tetap sulit.
Di tengah dominasi Barcelona, Fermín López muncul sebagai salah satu motor serangan paling produktif. Gelandang berusia 22 tahun itu mencatatkan 13 gol dan 16 assist musim ini, menunjukkan kontribusi signifikan dalam fase krusial kompetisi.
Sementara di kubu Madrid, Vinícius Júnior tetap menjadi titik terang. Ia menjaga konsistensi dengan mencetak gol dalam dua laga terakhir, meski belum cukup untuk mengangkat performa tim secara keseluruhan.
Badai Cedera Warnai Akhir Musim
Barcelona harus menutup musim tanpa Lamine Yamal yang mengalami cedera otot. Sementara kondisi Raphinha masih dalam tahap pemulihan.
Madrid menghadapi situasi lebih kompleks. Kylian Mbappé, Éder Militão, dan Arda Güler dipastikan absen dalam laga kontra Espanyol. Bahkan Militão harus mengubur harapan tampil di Piala Dunia setelah menjalani operasi cedera hamstring. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

